Thursday, November 26, 2015

KIAT MENGJAGA CALON BAYI AGAR TERLAHIR DENGAN KONDISI FISIK YANG BAIK

Setiap calon orang tua tentu menginginkan anakanya yang akan dilahirkan memiliki fisik yang sempurnah. tidak ada orang tua yang menginginkan calon bayi mereka kelak lahir ke dunia dengan kondisi fisik yang tidak sempurnah. Namun terkadang kita sebagai manusia lupa bahwa selain cobaan dari Sang Maha Kuasa atas kondisi putra-putri kita ini semua juga tidak lepas dari prilaku atau perbuatan yang kita lakukan sehingga diberikan cobaan oleh Allah swt kondisi anak yang kurang sempurnah. 
Ada kalanya sebagai orang tua khusunya calon bapak akan memarahi istrinya karena kurang perhatian dalam menjaga konsisi calon bayi selama dalam kandungan. hal ini lumrah adanya, namun hal ini jangan sampai menjadi baser. atau jangan menjadi masalah yang besar karena sesunggunya yang menjaga kondisi calon bayi selama dalam kandungan istri bukan semata-mata tugas istri, namun kedua calon orang tua memiliki tugas dan fungsi yang sama dalam menjaga kondisi sang calon bayi.Istri memiliki kewajiban untuk memberikan asupan gizi yang baik, asupan nutri yang sehat untuk menjaga gizi calon baya agar terlahir dengna kondisi kesahatan yang baik pula. selain itu istri juga memiliki kewajiban dalam menjaga dan mendidik anaknaknya selama dalam kehamilan. Lalu para istri pasti akan bertanya apa tugas suami dalam menjaga kondisi bayi selama dalam kandungan. Sangat penting sekali peran seorang suami dalam menjaga kandungan istrinya, karena bagaimanapun kondisi fisik calon bayi itu tergantunga bagaimana seorang bapak menjaganya selama dalam kandungan. menjaga bisa saya dengan senantiasa memberikan dorongan kepada sang istri untuk selalu menjaga kesehatannya selama masa kehamilan, menjaga dengna sering membantu istri dalam melaksanakan pekerjaan rumah tangga, sering membantu istri dalam mememnuhi kebutuhan gizi anak.
Selain hal-hal umum yang dilakukan suami dalam menjaga calon bayi di atas, ada tugas penting seuami untuk menjaga anaknya terlahir dengan sempurnah. tidak sedikit manusia di bumi yang terlahir dengan kondisi fisik yang kurang sempurnah, terlahir dengna kondisi yang tanpa tangan, terlahir dengan kondisi yang tanpa kaki, terlahir dengna kondisi yang sangat bermacam sekali. Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi kita, kenapa Allah memberikan anak-anak ini kepada kita. Sekilas yang telalah digambarkan di atas bahwa hal ini terjadi bukan semata-mata karena Allah membberikan cobaan kepada calon orang tua, namun disamping itu juga semua ini berpulang kepada diri calon orang tua sendiri yang kurang pandai menjaga calon bayinya selama proses kehamilan. 
Lalu pertanyaannya siapa yang memiliki tugas penting ini. Inilah tugas penting sang calon ayah, calon ayah yang memiliki peran penting ini. setiap ayah harus memiliki pengetahuan ini. agar tidak menyesal kedepannya. sebagai manusia kita hanya bisa berusaha semampu kita selanjutnya hanya Allah yang menentukan semuanya. tapi tetap kita harus sadari bahwa sekecil apapun yang kita lakukan pasti ada untung ruginya, karena Allah swt telah menyampaikan bahwa sekecil apapun kebaikan yang dilakukan pasti akan dibalas dengna kabaikan dan keburukan sekecil apapun kita lakukan pasti akan dibalas dengan keburukan.
Dari itu melalui pesan ini kami ingin sampaikan kepada semua calon orang tua agar dapat menjaga amanah yang telah diberikan dengan baik dan tetap menjaga anak-anak kita untuk selalu istiqamah di jalan Allah swt. mungkin ada sebaian orang tua yang ingin mengetahi bagaimana cara melindungi calon bayi kita untuk terlahir dengan kondisi fisik yang sempurnah. ada beberapa informasi yang harus di ketahui. Pembicaran ini sebaiknya dilakukan oleh suami dan istri karena ini akan berhubungan dengan yang akan dilakukan suami dan istri selama masa kehamilan. tapi sebelumnya kami mohon maaf sebelum menelpon tolong donasikan sedikit dana anda pada nomor rekening kami berapapun jumlahnya (5rb, 10rb, 50rb, 100rb) berapapun seikhlas hati anda. ke No rek  : 1003026807 atas nama yayasan taman makmur pada bank BPDM (bank daerah maluku) mohon konfirmasikan jumlah yang diikhlaskan dan no refernsinya ke nomor hp kami (082198385951) tolong cantumkan nama sapaan anda dan segera telpon kami di nomor itu juga. 

GAMBARAN SINGKAT KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR


A. Geografis

Sebelah Utara        : Berbatasan dengan Laut Seram
Sebelah Selatan     : Berbatasan dengan Laut Banda
Sebelah Barat        : Berbatasan dengan Kabupaten Maluku Tengah
Sebelah Timur       : Berbatasan dengan Laut Arafura
Luas Wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur seluruhnya kurang lebih 15.887,92 Km2 yang terdiri luas laut 11.935,84 Km2 dan luas daratan 3.952,08 Km2. Jumlah sungai besar dan kecil yang langsung bermuara ke laut pada 4 kecamatan sebanyak 29 buah. Jumlah dimaksud belum termasuk anak-anak sungai yang bermuara ke sungai utama. Terdapat 2 sungai besar yang tidak pernah mengalami kekeringan sepanjang tahun, yaitu : Sungai Bobot (lebar lk. 70 M) di Kecamatan Werinama dan Sungai Masiwang (lebar lk. 85 M) yang membatasi Kecamatan Seram Timur dan Kecamatan Bula. (Sumber SBT dalam angka tahun 2014)
Karena secara geografis Kabupaten Seram Bagian Timur terletak di antara Benua Australia dan Benua Asia serta masih dalam kawasan lintang tropis dan dikelilingi oleh laut yang cukup luas, maka iklim yang terdapat di kabupaten ini adalah iklim musim dan iklim taut tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun. Berdasarkan hasil pemantauan di Stasiun Meteorologi Geser Kabupaten SBT pada tahun 2005, ditemui temperatur maksimum 31,7° C, minimum 22,2°, dengan temperature rata-rata 27,8°C. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan April, yaitu rata-rata sebesar 456,3 mm, dan menyusul pada bulan Desember yaitu sebesar 360,6 mm. Jumlah hari hujan terbanyak juga terjadi pada bulan April, dengan rata-rata sebanyak 22 hari, menyusul pada bulan Januari sebesar 20 hari. Rata-rata jumlah hari hujan perbulan dalam tahun 2005 adalah sebesar 14,1 hari.
Penyinaran matahari rata-rata 64,7 %. Tekanan udara rata-rata setahun sebesar 1.111,1 milibar. Kelembaban nisbi rata-rata 81,9 %. Kecepatan angin rata-rata 5,7 knot. Kecepatan angin terbesar pada Musim Timur terjadi pada bulan April, yaitu sebesar 30 knot dengan arah angin dari Tenggara menuju Barat Laut, dan pada Musim Barat terjadi pada bulan Januari sebesar 25 knot dengan arah angin dari Barat Laut ke Tenggara. Tinggi gelombang rata-rata pada musim tersebut di atas sebesar 2 m.

 

 

B. Daftar Kecamatan

Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran kabupaten Maluku Tengah yang terdiri dari:
  1. Kecamatan Siwalalat
  2. Kecamatan Bula
  3. Kecamatan Pulau Gorom
  4. Kecamatan Seram Timur
  5. Kecamatan Werinama
  6. Kecamatan Wakate
  7. Kecamatan Tutuk Tolu
  8. Kecamatan Teor
  9. Kecamatan Pulau Panjang
  10. Kecamatan Bula Barat
  11. Kecamatan Kilmury
  12. Kecamatan Gorom Timur

Daerah ini terpisah atas tiga bagian utama yaitu Pulau Seram (Bagian Timur), Kepulauan Gorom dan Kepulauan Watubela.

C. Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Seram Bagian Timur pada pendataan terakhir tahun 2013 (sumber : BPS Kabupaten Seram Bagian Timur) sebesar 104.902 jiwa yang terdiri dari : Laki-laki 53.371 Jiwa dan Perempuan 51.531 Jiwa.

 

D. Pendidikan

Sarana dan parasara pendidikan di Kab. SBT masih terbatas sehingga menyebabkan rendahnya kualitas sumberdaya manusia serta rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah SD/MI teridentifikasi sebanyak 143 buah dengan jumlah murid sebanyak 19.739 orang dan tenaga guru sebanyak 821 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 24). Jumlah MTs/SMPsebanyak 35 buah dengan jumlah murid 5657 orang dan jumlah guru 222 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 24). Jumlah SMA/SMK sebanyak 15 unit dengan jumlah guru 138 orang dan jumlah siswa 3463 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 25)
  • Angka partisipasi murni (APM) SD/MI = 92,8%.
  • APM SMP/MTs = 92,19%
  • APM SMA/MA = 81,5%
  • Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI = 83,63%
  • APK SMP/MTs = 50,85%
  • APK SMA/MA = 56,13%
Persoalan lain yang ikut mempengaruhi kondisi pendidikan di SBT adalah kurang lebih 40% bangunan (gedung) sekolah dalam keadaan rusak berat, kurangnya sarana dan prasaran pendidikan serta sebaran guru dan ruang belajar yang tidak merata. Sesuai program Pembangunan Nasional bahwa setiap Kabupaten/Kota sekurang-kurangnya memiliki satu Perguruan Tinggi maka Kab. SBT terdapat satu Perguruan Tinggi Islam Swasta yang berkedudukan di Geser Ibukota Kecamatan Seram Timur.

E. Keagamaan

Sesuai amanat Undang-Undang Dasar, dalam mendukung pemeluk agama menjalankan agama yang dianutnya maka perlu disediakan fasilitas peribadatan sesuai jenis agama yang dianut masyarakat SBT. Agama yang dianut masyarakat SBT adalah Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Hindu. Jumlah fasilitas peribadatan sampai saat ini, Masji 265 buah, 87 Lanngar/Surau/Mushala, 10 Gereja Kristen Protestan, 7 Gereja Kristen Katolik dan 1 Pura. Yang tak kalah penting dalam membina generasi muda Islam adalah sarana Taman Pengajian Al-Qur’an dan Taman Pengenalan AlQur’an. Jumlah TPQ di Kabupaten Seram Bagian Timur sebanyak 100 TPQ.

F. Kesejahteraan Sosial

Data jumlah penduduk miskin di Kab. SBT, berdasarkan data survey Pemkab SBT tahun 2013 tercatat sebanyak 25.89 Rumah Tangga Miskin (62%). Jumlah RTM yang memperoleh bantuan langsung tunai (BLT) sebanyak 6719RTM dengan nilai bantuan per RTM per triwulan sebesar Rp.300.000. Sedangkan jumlah Komunitas Adat Terpencil (th.2006) sebanyak 190 KK yang tersebar pada Kecamatan Bula dan Tutuktolu.

 

 

G. Kesehatan

Indikator status kesehatan masyarakat menunjukkan pelayanan kesehatan masih memerlukan upaya pemerataan, perbaikan, maupun peningkatan. Jumlah prasarana kesehatan pada 2006 terdiri dari 1 buah Rumah Sakit Tipe C yang saat ini dalam proses melengkapi seluruh sarana dan prasarana pelayanan pelayanan pengobatan dan perawatan, 4 unit Puskesmas Rawat Inap, dan 3 buah Puskesmas Rawat Jalan serta 39 buah Puskesmas Pembantu. Sedangkan jumlah tenaga paramedic sebanyak 13 orang dan paramedic sebanyak 96 orang.
  • Rasio para medis dengan penduduk adalah 1 : 9.010.
  • Rasio para medis dengan penduduk 1 : 1220.
Gambaran derajat kesehatan balita: Balita Gizi Lebih 0,94%, Balita Gizi Baik 81,94%, Balita Gizi Buruk 0,12%, Balita Gizi Kurang 16,97%.

 

H.  Kondisi Sosial

1.  SDA

a. Perikanan dan Kelautan

Potensi lestari sektor perikanan meliputi ikan permukaan (pelagis) dan ikan dasar (demershal) diperkirakan 128.692,2 ton/tahun dimana sampai tahun 2013 baru dapat dikelola 9.340,6 ton (7,79%) dengan nilai produksi 13.561.250.000. Disamping itu masih terdapat berbagai potensi kelautan bernilai ekonomis tinggi seperti teripang, lola, cumi-cumi, kepting, udang penaide, dll.

b. Pertanian

Luas lahan potensial 131.364 Ha. Rincian peruntukan dan pengelolaannya sbb: Tanaman Pangan dan Hortikultura 27.096Ha (20,62%). Sampai saat ini beru dikelola seluas 9.500Ha (35,06%) dengan jenis komoditas padi, palawija, jagung, kacang tanah, sayur dan buah-buahan.

c. Perkebunan

Luas lahan potensial 99.212Ha (75,51%), sampai saat ini baru dikelola 340,13Ha (6,69%) dengan jenis ternak yakni sapi, kambing, ayam ras dan itik.

d. Pertambangan

Meliputi pertambangan umum dan pertambangan migas. Potensi pertambangan umum meliputi batu bara, emas, tembaga, nikel, krom, kobalt, basi, magnesium, mangan dan zirconium. Pertambangan Migas meliputi minyak bumi dan nafta.

e. Transportasi

2013, teridentifikasi panjang jaringan jalan yang berhasil dibangun 580,17KM (Rincian: Jalan Aspal 58,35KM, Jalan Kerikil 0 KM, Jalan Tanah 50,88 KM, Tidak di Rinci 470,94KM
Jembatan Darat teridentifikasi 188 buah dengan total panjang bentangan kurang lebih 8.562 meter. Sedangkan jembatan darat yang terdapat pada jalan antar wilayah dan lingkar pulau sebanyak 143 unit dengan total panjang bentangan kurang lebih 4127 meter.
Pelayanan transportasi laut terdiri atas pelayaran nasional dan pelayaran swasta. Frekuensi kedatangan dan keberangkatan untuk rute Ambon – Bula – Geser – Gorom adalah 3 kali dalam sebulan dilayani oleh swasta. Sedangkan frekuensi pelayaran nasional dari Geser ke Bula sementara ini masih satu kali dalam seminggu.
Upaya perwujudan pelayanan transportasi udara sampai 2013 belum terlaksana. Sarana transportasi udara yang ada hanya bersifat khusus pelayanan perusahaan minyak di Bula. Untuk umum diberikan 3 seat setiap penerbangan dengan frekuensi 3 kali seminggu. Untuk itu Pemkab SBT merencanakan membangun bandara baru dengan panjang landasan pacu sekitar 2000 meter dimana pada tahun ini dilakukan studi infestigatif terkait penyiapan pelaksanaan pembangunannya.

f. Kelistrikan

Sarana jaringan listrik masyarakat berasal dari PT. PLN (persero) melalui unit-unit pembangikit tenaga Diesel yang terdapat di Werinama, Bula, Geser, Gorom, Tutuktolu, dan Wakate. Pelayanan penerangannya baru sebatas pada mala hari sedangkan di Kota Bula pelayanan penerangannya sejak pertengahan 2007 sudah 24 jam.

g. Pos-Telekomunikasi

Sarana pelayanan Pos dan Giro sebelumnya sebanyak 3 kantor. Sampai saat ini hanya 2 kantor saja yang beroperasi yakni di Kecamatan Bula dan Kecamatan Seram Timur. Jaringan informasi dirasakan perlu oleh masyarakat, terbukti dengan adanya stasiun telepon seluler yang saat ini telah eksis di empat kecamatan yakni Bula, Werinama, Seram Timur, dan Pulau Gorom. Sejak 2007 dan 2008 diupayakan kemampuan peyebaran informasi melalui media massa, baik cetak maupun elektronik dapat dinikmati masyarakat yang berada di enam kecamatan.

h. Sarana Ekonomi

Sarana perdagangan berupa pasar sebanyak 6 unit, terdiri dari Pasar Inpres 1 unit yang berlokasi di Bula dan Pasar Tradisional 5 unit yang masing-masing berlokasi di Kecamatan Seram Timur, Pulau Gorom dan Werinama.
Koperasi, tahun 2013 berjumlah 119 unit yang keanggotannya kebanyakan terdiri dari masyarakat petani dan nelayan.

i. Lembaga Keuangan

Lembaga keungan yang ada di Kab. SBT terdiri dari Kantor Cabang Bank Maluku 2 Unit,  Kantor Cabang BRI 1 unit dan Bank Syariah Mandiri 1 Unit.

j. Inflasi

Salah satu indikator untuk melihat tingkat inflasi dan deflasi adalah indeks harga implisit PDRB. Hasil perhitungan menunjukkan angka indeks harga implisit Th.2013 sebesar 250,01%. Ini menunjukkan secara keseluruhan harga barang dan jasa yang dihasilkan SBT mengalami kenaikan 50,79% dari harga pada tahun 2012. 

GAMBARAN SINGKAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT




a. Letak Geografis
Secara Astronomi  Kabupaten    Seram    Bagian    Barat    berada pada 1˚19’ - 1˚16’ LS dan  29˚1’ - 127˚20’ BT dengan batasan sebagai  berikut :

Sebelah Utara    : Berbatasan dengan Laut Seram
Sebelah Selatan    : Berbatasan dengan Laut Banda
Sebelah Barat    : Berbatasan dengan Laut Buru
Sebelah Timur    : Berbatasan dengan Kabupaten Maluku Tengah

b. Luas Wilayah

Luas wilayah Kabupaten    Seram Bagian    Barat    adalah 85.953,40 Km2 terdiri dari :
Luas Daratan   :    6.948,40 Km2 ( 8,08% )
Luas Lautan                : 79.005 Km2 ( 91,92% )
Panjang garis pantai adalah 719,20 km (Hasil Verifikasi Penamaan Pulau LAPAN – Bakorsutanal, 16 Juli 2007)

Secara administrasi Kabupaten Seram Bagian Barat terdiri 11 (Sebelas) Kecamatan, 92 (Sembilan Puluh Dua) Desa dan 115 (Seratus Lima Belas) Dusun. Jumlah Penduduk  kabupaten Seram Bagian Barat berdasarkan data BPS Kab. Seram Bagian Barat tahun 2015 adalah 180.256 Jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,58 persen.

c. Karateristik Wilayah

Wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat secara umum dikelompokan menjadi 5 (lima) kawasan yaitu :
1.          Kawasan pertanian lahan basah meliputi kecamatan Kairatu  (Desa Waimital dan Waihatu) dan Kecamatan Seram Barat (Desa Kawa). Kawasan Lahan kering meliputi hampir seluruh wilayah Kecamatan Seram Barat, Taniwel dan Kecamatan Kairatu.
2.          Kawasan Perikanan yaitu seluruh Kecamatan Waesala, Kecamatan Seram Barat (Eti, Kaibobo, Ariate) dan Kecamatan Huamual.
3.          Kawasan Pemukiman meliputi hamparan dari Piru-Eti dataran Huamual di Kecamatan Seram Barat dan Dataran Waeruapa di Kecamatan Kairatu yang menghubungkan Pulau Seram danKota Provinsi serta Pulau-pulau sekitarnya.
4.          Kawasan Pegunungan meliputi Kecamatan Kairatu dan Hunitetu  (Desa Hunitetu, Rambatu, Rumberu, Manusa, Hukuanakota, Huku kecil, Watui, Abio, Buria, Riring dan Ahiolo, ohiasapalewa, Neniari,    Rumahsoal,    Laturake)    yang    merupakan    potensi pengembangan komoditi dataran tinggi (Sayuran, buah-buahan)
5.          Kawasan Pantai yaitu meliputi hampir seluruh kecamatan dengan potensi budidaya Perikanan dan Pariwisata.

d. Daftar Kecamatan

Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran kabupaten Maluku Tengah yang terdiri dari:
  1. Kecamatan Huamual Belakang
  2. Kecamatan  Kep. Manipa
  3. Kecamatan Seram Barat
  4. Kecamatan Huamual
  5. Kecamatan Kairatu
  6. Kecamatan Kairatu Barat
  7. Kecamatan Inamosol  
  8. Kecamatan Amalatu
  9. Kecamatan  Elpaputih
  10. Kecamatan Taniwel
  11. Kecamatan  Taniwel Timur

e. Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat pada pendataan terakhir tahun 2013 (sumber : BPS Kabupaten Seram Bagian Barat) sebesar 180.256 jiwa yang terdiri dari : Laki-laki 92187 Jiwa dan Perempuan 88.069 jiwa

f. Pendidikan

Sarana dan parasara pendidikan di Kab. SBB berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah SD/MI teridentifikasi sebanyak 93.70 buah dengan jumlah murid sebanyak 30.487 orang dan tenaga guru sebanyak 2.475 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 20). Jumlah MTs/SMP sebanyak 58.52 buah dengan jumlah murid 13380 orang dan jumlah guru 1797 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 14). Jumlah SMA/SMK sebanyak 72.92 unit dengan jumlah guru 649 orang dan jumlah siswa 5.762 orang (Rasio Guru dan Murid 1 : 20)

g. Keagamaan

Sesuai amanat Undang-Undang Dasar, dalam mendukung pemeluk agama menjalankan agama yang dianutnya maka perlu disediakan fasilitas peribadatan sesuai jenis agama yang dianut masyarakat SBB. Agama yang dianut masyarakat SBB adalah Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik. Jumlah fasilitas peribadatan sampai saat ini, Masjid 156 buah, 59 Lanngar/Surau/Mushala, 79 Gereja Kristen Protestan, 4 Gereja Kristen Katolik.

 

h. Kesejahteraan Sosial

Data jumlah penduduk miskin di Kab. SBB, berdasarkan data Seram Bagian Barat Dalam Angka tahun 2015 tercatat sebanyak (23.80%) Rumah Tangga Miskin.

i. Kesehatan

Indikator status kesehatan masyarakat menunjukkan pelayanan kesehatan masih memerlukan upaya pemerataan, perbaikan, maupun peningkatan. Jumlah prasarana kesehatan pada 2013 terdiri dari 1 buah Rumah Sakit, 5 unit Puskesmas Rawat Inap, dan 12 buah Puskesmas Rawat Jalan serta 57 buah Puskesmas Pembantu. Sedangkan jumlah tenaga paramedic sebanyak 81 orang dan paramedic sebanyak 400 orang.

 

j.  Kondisi Sosial

1.  SDA

a. Perikanan dan Kelautan

Prospek perikanan di Seram Bagian Barat dari tahun ke tahun semakin menjanjikan. Hal ini   dapat dilihat dari hasil produksi perikanan yang semakin meningkat. Produksi perikanan tahun 2014 meningkat 392,2 ton atau sebesar 1,61 persen dibandingkan tahun 2013.

b. Pertanian

Sub sektor tanaman bahan makanan merupakan salah satu sub sektor pada sektor pertanian. Sub sektor ini mencakup tanaman padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan kedelai. Luas panen padi sawah pada tahun 2014 seluas 1.324 hektar. Apabila dibandingkan dengan luas panen pada tahun 2013 naik sebesar 3 hektar atau sekitar 0,22 persen. Luas panen padi ladang pada tahun 2014 seluas 142 hektar atau naik sekitar 95,07 hektar apabila dibandingkan luas panen pada tahun 2013. Produksi padi (padi sawah dan padi ladang) tahun 2014 mencapai 6.423 ton, apabila dibandingkan dengan produksi tahun 2013 sebesar 9.049,64 ton turun sekitar 29,02 persen. Produksi padi tahun 2013 mengalami penurunan disebabkan oleh turunnya produktivitas padi sawah.

c. Perkebunan

Sub Sektor perkebunan memiliki kontribusi yang cukup besar dalam pengembangan pertanian. Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan dan perkebunan, pada tahun 2013 sebagian besar produksi hasil perkebunan mengalami penurunan, kecuali tanaman kelapa dan cengkeh. Luas panen tanama perkebunan di kabupaten SBB sebagai berikut tanaman kelapa sebesar 5728 Ha, tanaman cengkeh sebesar 4777 Ha, tanaman pala sebesar 722 Ha. Tanaman coklat sebesar 2991 Ha, tanaman kopi sebesar 8 Ha.

 

d. Pertambangan

Sumberdaya mineral dan energi yang tersedia di daerah ini adalah batu gamping, bahan bangunan, air terjun dan air panas. Batu gamping berumur Mesozoikum dan kwarter umumnya bisa dimanfaatkan untuk bahan industri semen dan bahan bangunan. Batu gamping terdapat cukup banyak di bagian utara Seram Barat, Pulau Boano di sebelah selatan semenanjung Huamual.

e. Transportasi

Panjang jalan di Seram Bagian Barat pada tahun 2014 adalah 753.006 kilometer. Jika dirinci  menurut pengelolanya maka sebesar 27,98 persen diantaranya jalan negara, 13,15 persen jalan propinsi, dan sisanya 58,88 persen jalan kabupaten. Jumlah izin trayek angkutan umum pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 1,27 persen dibandingkan tahun 2012. Perhubungan laut di Seram Bagian Barat dilayani oleh 1 pelabuhan. Pelabuhan Penyeberangan Waipirit-Hunimua beroperasi tujuh buah kapal ferry. Pada tahun 2012, sebanyak 238.548 orang, 77.854 kendaraan  roda dua, dan 39.420 kendaraan roda empat menggunakan jasa penyeberangan pelabuhan Waipirit-Hunimua. Jumlah ini meningkat sekitar 6,81 persen dibanding tahun 2011.

f. Kelistrikan

Sarana jaringan listrik masyarakat berasal dari PT. PLN (persero) melalui unit-unit pembangikit tenaga Diesel yang terdapat di Kairatu, Luhu, Piru, Pelayanan penerangannya hampir sebagian besar sudah 24 jam.

g. Pos-Telekomunikasi

Sarana pelayanan Pos dan Giro sebanyak 3 kantor yaitu kantor pos Kairatu, Kantor Pos Waisarisa dan kantor pos piru. Jaringan informasi dirasakan perlu oleh masyarakat, terbukti dengan adanya stasiun telepon seluler yang saat ini telah eksis di semua kecamatan. Intuk informasi masi media televisi sebagai besar masyarakat menggunakan sarana parabola dan sebagian kecil menggunakan antenna UHF yakni wilayah huamual depan.

h. Sarana Ekonomi

Sarana perdagangan berupa pasar sebanyak 7 unit, terdiri dari Pasar Inpres 1 unit yang berlokasi di Piru dan Pasar Tradisional 6 unit yang masing-masing berlokasi di Kecamatan kairatu (Kairatu, Gemba, Waisarissa), Kec. Humual (luhu, Katapang), Kec. Waisala (waisala).

i. Lembaga Keuangan

Lembaga keungan yang ada di Kab. SBB terdiri dari Kantor Cabang Bank Maluku 1 Unit,  Kantor Cabang BRI 3 unit, Kantor Cabang Bank Moderen 1 unit dan Kantor Cabang Bank Danamon 1 Unit. Terdapat 6 buah ATM yang terletak di Desa Piru 3 Unit, Desa Waisarisa 1 Unit dan Desa Gemba 2 Unit.

 

j. Inflasi

Laju pertumbuhan ekonomi Seram Bagian Barat pada tahun 2014 lebih tinggi dibandingkan tahun 2013. Berdasarkan perhitungan PDRB atas dasar harga  konstan 2000, laju pertumbuhan ekonomi Seram Bagian Barat tahun 2014 sekitar 6,16 persen, sedangkan pada tahun 2013 sekitar 5,13 persen. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2013 adalah 1.783 trilyun  rupiah  dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 2.024 trilyun rupiah.