CERAMAH MAULID NABI MUHAMMAD SAW 20 Januari 2016
Diriwayatkan ada orang kafir yang amat membenci
Nabi Muhammad. Saking bencinya, ia senantiasa mencerca Nabi Muhamad setiap
lewat di salah satu jalan.
Tidak hanya mencerca, ia juga kerap kali
meludahi Nabi, melempari Nabi dengan batu bahkan melempari dengan kotoran. Ia
lakukan tidak hanya sekali, tapi ini perbuatan ini dilakukan terus menerus
setiap hari.
Sampai pada suatu hari Nabi Muhammad merasa heran, karena hari itu
Nabi tidak mendapatkan caci maki seperti hari biasanya. Keesokan harinya pun si
kafir masih tidak kelihatan di tempat biasa. Akhirnya… mengertilah Nabi bahwa
si kafir yang biasa meludahinya sedang sakit. Akhirnya Nabi Muhammad pun datang
ke rumahnya.
Saat si kafir melihat kedatangan Rasulullah,
jantungnya makin berdebar keras, nafasnya makin tersengal, wajahnya makin pucat
pasi… dia begitu sangat ketakutan karena
Rasulullah orang yang selama ini
dia caci maki hari ini datang ke rumahnya. Setiap langkah Rasulullah makin mendekatinya, maka dia semakin pucat
dan semakin ketakutan. Ia berfikir bahwa hari itu dia akan tamat riwayatnya.
Namun apa yang tejadi? Rasulullah ternyata
datang bukan untuk balas dendam. Dengan tangannya yang lembut Muhammad mengusap
keningnya, dan menyapanya dengan ramah. Bahkan Nabi membawakan semangkok
makanan.
Si kafir pun teramat lega… Hilang sudah rasa cemasnya, sirnalah rasa
takutnya. Tapi kini muncul rasa baru, rasa haru dan rasa takjub yang luar
biasa! Dengan dada bergemuruh dan bibir bergetar dia pun berkata:
Wahai Muhammad, akulah orang yang tiap hari
mencacimu bahkan engkau pernah aku lempar dengan kotoran. Sudah beberapa hari
ini aku sakit. Tapi tak seorang pun teman-temanku menengokku. Justru kamu
adalah orang yang pertama menengokku. Orang yang selalu aku sakiti dan caci
maki. Sungguh teramat mulia hatimu Muhammad. Maka, persaksikanlah wahai
Muhammad, bahwa saya ingin masuk dalam agamamu…
Demikianlah prilaku
Baginda Rasulullah saw. Sungguh muliah hati beliau dan sungguh baik budi pekertinya
sehingga Allah menegaskan dalam Aquran

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab:21
bnu Katsir dalam Tafsir
Ibnu Katsir menjelaskan, ayat
ini adalah dasar yang paling
utama dalam perintah
meneladani Rasulullah Saw, baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keadaannya.
Oleh karena itu, Allah Ta'ala menyuruh manusia untuk meneladani Rasulallah Saw
dalam halkesabaran, keteguhan, ribath (terikat dengan tugas, komitmen), dan
kesungguh-sungguhannya.
Ayat ini turun semasa Perang Ahzab ketika ada anggota pasukan Islam yang yang takut, goncang, dan hilang keberaniannya pada perang Ahzab. Allah menyuruh orang demikian meneladani Nabi Saw dalam kesabaran dan keteguhan membela agama Allah.
Untuk itu, Allah Ta’ala berfirman kepada orang-orang yang tergoncang jiwanya, gelisah, gusar dan bimbang dalam perkara mereka pada hari Ahzaab, laqad kaana lakum fii rasuulillaaHi uswatun hasanatun (“Sesungguhnya telah ada pada [diri] Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”) yaitu, mengapa kalian tidak mencontoh dan mensuritauladani sifat-sifatnya? Untuk itu Allah berfirman: liman kaana yarjullaaHa wal yaumal aakhira wa dzakarallaaHa katsiiraa (“[yaitu] bagi orang-orang yang mengharap [rahmat] Allah dan [kedatangan] hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”) Intinya, umat Islam harus meneladani Rasul termasuk dalam keadaan takut atau menghadapi ujian. Ayat di atas terkait dengan QS. Al-Baqarah:214. Ibnu ‘Abbas berkata: “Yang dimaksud adalah firman Allah dalam Surah al-Baqarah:
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.” (al-Baqarah: 214). Yaitu, inilah apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya berupa ujian dan cobaan yang membawa pertolongan yang amat dekat.”
Ayat ini turun semasa Perang Ahzab ketika ada anggota pasukan Islam yang yang takut, goncang, dan hilang keberaniannya pada perang Ahzab. Allah menyuruh orang demikian meneladani Nabi Saw dalam kesabaran dan keteguhan membela agama Allah.
Untuk itu, Allah Ta’ala berfirman kepada orang-orang yang tergoncang jiwanya, gelisah, gusar dan bimbang dalam perkara mereka pada hari Ahzaab, laqad kaana lakum fii rasuulillaaHi uswatun hasanatun (“Sesungguhnya telah ada pada [diri] Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”) yaitu, mengapa kalian tidak mencontoh dan mensuritauladani sifat-sifatnya? Untuk itu Allah berfirman: liman kaana yarjullaaHa wal yaumal aakhira wa dzakarallaaHa katsiiraa (“[yaitu] bagi orang-orang yang mengharap [rahmat] Allah dan [kedatangan] hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”) Intinya, umat Islam harus meneladani Rasul termasuk dalam keadaan takut atau menghadapi ujian. Ayat di atas terkait dengan QS. Al-Baqarah:214. Ibnu ‘Abbas berkata: “Yang dimaksud adalah firman Allah dalam Surah al-Baqarah:
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.” (al-Baqarah: 214). Yaitu, inilah apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya berupa ujian dan cobaan yang membawa pertolongan yang amat dekat.”
Saudaraku sekalian
Sebagaimana
kita tahu bahwa Nabi Muhammad SAW. dilahirkan di Kota Makkah, pada tanggal 12
Rabbiul Awal, 571 Masehi pada tahun Fiil. disebut tahun Fiil? Karena pada saat
itu, ketika Rasulullah SAW. Dilahirkan oleh Ibunya, ada rombongan tentara bergajah
yang ingin menghancurkan Mekkah, yang ingin memindahkan ka’bah ke Negeri
mereka. Maka Allah SWT. Pun menghalangi mereka dengan dilemparkannya batu-batu
ke bumi seperti hujan batu. Dari situlah disebut tahun gajah.
KABAR TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD SAW SEBENARNYA TELAH
DIMUAT DI DALAM KITAB SEBAGAIN BESAR AGAMA YANG ADA DI BUMI (HINDU, BUDHA,
KRISETEN ZOROASTER SERTA KITAB TAURAT DANLAINNYA.
Kedatangan Muhammad di kitab suci hindu, budha,majusi
taurat dan injil. Berita Kedatangan Nabi Muhammad Dalam Berbagai Kitab Kuno dan
sebenarnya kedatangan Nabi Muhammad ke
dunia ini sudah direkam di dalam berbagai kitab purba. Allah swt telah
berfirman di dalam al-quran bahwa tidak satu kaum pun yang tidak menerima
ajaran tauhid. Oleh itu tidak mustahil jika kedatangan nabi Muhammad telah
direkam dalam berbagai kitab kuno berbagai kaum.
Dalam
ajaran agama hindu
Nabi Muhammad dalam Agama Hindu Salah satu ramalan
kedatangan Nabi Muhammad yg sangat terkenal yang juga telah membuat seorang
professor bahasa dari Alahabad University India mengajak umat Hindu untuk
segera memeluk agama Islam, adalah terdapatnya sebuah ramalan penting dalam
kitab suci Hindu tentang kedatangan yg ditunggu-tunggu dari seorang Kalki Avtar.
“Av” berarti turun. “Tr” artinya melewati. Jadi maksud
kata Avtar adalah “diturunkan atau diutus untuk turun”. Kalki Avtar artinya
adalah “utusan terakhir”. Ayat-ayat hindu yang jelas menyatakan tentang nabi
Muhammad adalah: “Aryadarma akan tampil di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’
akan memimpin dunia ini.
Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya adalah
orang yang berada di lingkungan itu, yang kepalanya tidak dikucir, mereka akan
memelihara jenggot dan akan mendengarkan wahyu, mereka akan mendengarkan
panggilan sholat (adzan), mereka akan memakan apa saja kecuali daging babi,
mereka tidak akan disucikan dengan tanaman atau umbi-umbian tetapi mereka akan
suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).“
Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21: 6 dinyatakan bahwa
di dalamnya terdapat istilah “akkaru” yang berarti “yang mendapat pujian”. Dia
akan mengalahkan 10.000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada
perang Ahzab yang mana Nabi Muhammad mengalahkan musuh yang berjumlah 10,000
orang tanpa pertumpahan darah
Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21: 7 disebutkan bahwa
Abandu akan mengalahkan 20 penguasa. Abandu juga berarti seorang yatim atau
seorang yang mendapat pujian. Ini mengarah kepada nabi Muhammad yang seorang
yatim sejak lahir dan arti nama Muhammad / Ahmad adalah berarti terpuji, yang
akan mengalahkan kepala suku-suku di sekitar Makkah yg berjumlah sekitar 20
suku.
Kalki menghancurkan patung (Kalki Avtar) Dalam versi 2
dan 4 Kalki Purana (bagian 3, Bab 16) ada menyatakan bahwa: 1. Bila Kalki
menjadi pemerintah, setiap orang akan suka kepadanya. Vedas, agama dan
kebenaran terus hidup. 2. Patung-patung dihancurkan dan pemujaan dihentikan. 3.
Praktek agama seperti Tanda Tilak (praktek Hindu tanda di dahi) juga tidak
tampak lagi.
Dalam
Zoroaster (Majusi) Persia
Dalam kitab Dasatir, salah satu kitab suci agama
Zoroaster (Zoroastrianism) menyebut: “Bahwa umat Zoroaster ketika mereka
membuang gama mereka, mereka menjadi
hina dan lemah, kemudian bangkitlah seorang di Tanah Arab mengalahkan
pengikutnya (pengikut-pengikut Zoroaster) dan orang-orang Persia dan
menundukkan pula orang-orang Persia yang sombong. Setelah dari api dalam
kuil-kuil Mereka, mereka mengarahkan pula muka mereka ke arah Ka’bah Ibrahim
yang telah dibersihkan dari berhala-berhala, ketika itu mereka menjadi
pengikut-pengikut untuk Nabi (Muhammad) yang menjadi rahmat bagi seluruh alam,
dan menguasai orang-orang Persia, menaklukkan Madain, Tus dan Balkhiaitu tempat
suci untuk orang-orang Zoroaster dan yang bertetangga dengan mereka. Dan Nabi
mereka sesungguhnya adalah bijak berbicara, ia berbicara dengan mukjizat-
mukjizat
Dalam
Agama Yahudi
Nabi Muhammad dalam Kitab Taurat Dalam kitab Taurat
Ulangan yaitu kitab suci agama Yahudi pasal 18 Tuhan telah berfirman kepada
Musa, katanya: “Bahwa aku (tuhan) akan
bangkitkan untuk mereka itu (dan seluruh insan di dunia ini) seorang Nabi dari
kalangan saudara mereka (orang-orang Arab) yang seperti engkau Musa) dan aku
akan menjadikan segala firmanKu dalam mulutnya, dan ia pun akan menyatakan
kepada mereka segala yang aku pesankan.
Dalam
Agama Kristen
Dalam injil Yesaya, kitab Yesaya 29:12 dalam bible. Tertulis :
"dan ketika kitab itu diberikan kepada dia yang
tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia
menjawab: "Aku tidak dapat membaca."
Mari lihat dalam Yohanes 15:26
"Aku akan mengutus kepadamu Penolong yang berasal
dari Bapa. Dialah Roh yang akan menyatakan kebenaran tentang Allah. Apabila Ia
datang, Ia akan memberi kesaksian tentang Aku"
Dengan kata lain, Nabi Muhammad bersaksi tentang Yesus (Nabi Isa) persis
seperti yang ada di dalam Al-Qur'an. Dan Allah menetapkan bahwa kita tidak bisa
menjadi seorang muslim kecuali mengimani para rasul termasuk Yesus (Nabi Isa),
karena dia adalah seorang Rasul Tuhan dan seorang messiah bagi Bani Israel,
berbeda dengan pemahaman orang Kristen yang menganggapnya sebagai Tuhan atau
anak Tuhan.
Dan di dalam Yohanes 14:26 tertulis:
"tetapi Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus
oleh Bapa dalam namaku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu
dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah kukatakan kepadamu."
Dan dalam Yohanes 16:7-14 tertulis:
"Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah
lebih berguna bagi kamu, jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi,
Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, aku akan
mengutus Dia kepadamu. Kalau Ia datang, Ia akan menyatakan kepada dunia arti
sebenarnya dari dosa, dari apa yang benar, dan dari hukuman Allah."
Beberapa umat Kristen mengatakan bahwa sang penolong adalah Roh Kudus. Tapi ini tidak benar karena Yesus berkata "Jikalau aku tidak pergi, penolong itu tidak akan datang" sedangkan Roh Kudus mendampingi Yesus dan murid-muridnya. Jadi Penolong itu bukanlah Roh Kudus.
Sedangkan umat Muslim meyakini bahwa Roh Kudus adalah Malaikat Gabriel
(Malaikat Jibril).Ruhul Qudus adalah Roh Kudus. Ruh = Roh, Qudus=Kudus.
Malaikat Jibril adalah malaikat penyampai wahyu. Jadi wahyu yang baru/Roh Kudus
tidak akan datang, kecuali kalau Yesus telah tiada. Jadi Yesus harus pergi agar
penolong Muhammad S.A.W. datang.
“Nabi Muhammad dalam Alkitab Yahya Tetapi aku (Isa)
ini mengatakan yang benar kepadamu (pengikut- pengikut Isa) bahwa berfaedahlah
untuk kamu jika aku pergi karena jika aku tidak pergi, tiadalah pembela itu
akan dating kepadamu, tetapi jika aku pergi aku akan menyuruh dia kepadamu
pembela (Orang yang terpuji )
Dalam Injil Barnabas Sesungguhnya telah datang Nabi-
Nabi semuanya kecuali seorang Rasul yang akan datang sesudahku (Isa) nanti.
“Yesus (Isa)
berkata, Janganlah bergoncang hati kamu (murid- murid Yesus) dan janganlah kamu
takut, karena bukan aku menjadikan kamu, tetapi Tuhan (Allah) yang menjadikan
kamu. Adapun tentang diriku sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan
bagi utusan (Rasulullah) yang akan datang membawa kelepasan bagi dunia.
Tetapi awas kamu ditipu orang karena akan datang
beberapa banyak Nabi dusta, mereka mengambil perkataanku dan mengatur Injilku.
“
Dalam
Agama Budha
Di dalam tradisi
Budha, pemimpinnya sendiri Sidharta Gautama telah meramalkan kedatangan seorang
manusia yang diberi wahyu. Dalam Doktrin Budha (The Gospel of Buddha) oleh
caras (perkara.217-218) tercantum bahwa Budha agung yang akan datang ke dunia
ini dikenal sebagai “Maitreya”. Cakkavatti-Sihanada Suttana memberinya nama “Meteyya”.
Kedua kata ini berarti “pemberi rahmat”. Dengan mengacu pada sejarah kehidupan Muhammad
saw, kentara sekali dia adalah orang sangat penyayang dan al-Quran juga
menyebut- nyebut fakta ini. Ada sejumlah kesamaan lebih jauh, seperti yang
terbaca dalam kitab suci kaum Budha: “Para pengikutnya (Maitreya) berjumlah ribuan
orang, sementara jumlah pengikutku ratusan orang.”
“. Maitreya ini adalah
seorang yang suci, seorang yang tertinggi dalam kuasa, yang dikaruniakan dengan
kebijaksanaan, yang beruntung dan yang mengenali alam ini dan apa yang Maitreya
ini dapat dari alam gaib ia akan sebarkan brosur ini ke seluruh alam. Maitreya
ini akan dakwahkan agama beliau yang agung ini dari awal sampai ke akhir.
Buddha berkata bahwa Maitreya ini akan memperkenalkan satu cara hidup yang
sempurna dan suci sebagaimana aku (Buddha) memperkenalkan agama aku. Pengikut
Maitreya ini lebih banyak dari pengikut aku Buddha) “. (Gautama Buddha berkata
dalam Chakkavantti Sinhnad Suttanta D. 111, 76) Gautama Buddha sendiri berkata,
“Saya bukanlah Buddha yang pertama atau yang akhir yang didatangkan ke dunia
ini. Setelah aku, seorang Buddha lagi akan dikirim ke dunia ini. Dialah seorang
yang kudus atau suci, yang memiliki kesadaran yang tinggi, yang dikaruniai
dengan kebijaksanaan, memiliki akhlak yang baik, yang mengenali alam ini,
pemimpin manusia yang bijaksana, yang dikasihi oleh malaikat dan makhluk lain.
Dia akan mengajar kepadamu semua satu agama atau kebenaran yang kekal abadi dan
terpuji. Agama yang diajarkan oleh Buddha ini akan menjadi satu cara hidup yang
sempurna dan suci. Kalau anak murid aku ratusan tetapi anak murid Buddha ini
adalah ribuan “.
Di ambil dari beberapa sumber di internet..
Mohon maaf bila sumbernya tidak saya cantumkan di sini karena. tulisan ini tidak direncanakan untuk publikasi, namun mengingat kepentingan umat maka tulisan ini saya posting.. semoga yang menulis tulisan ini dan kami juga mendapat riski dan pahala dari Allah swt.. amin..
No comments:
Post a Comment