Sunday, December 6, 2015

ARTI GERAKAN SHALAT

Niyyah (Niat Sholat):
Niat adalah komitmen hati dengan apa yang hendak dilakukan. niat shalat berarti ikrar hati untuk melaksanakan shalat beribadah kepada Allah swt.
Takbir Iftitah (Takbir Pembukaan)
Dengan mengucapkan Allahu Akbar, kita melemparkan seluruh urusan duniawi di belakang kita dengan tangan kita dan memohon perlindungan dalam kasih sayang Allah (swt). Ia untuk menegaskan bahwa  Allah Maha Besar dengan mengucapkan takbir (Allahu Akbar).
Qiyam (berdiri):
Dengan prinsip ini di dalam sholat, manusia merepresentasikan para malaikat dan pepohonan yang senantiasa berdiri dan memuji Allah (swt). Qiyam adalah berdirinya manusia di hadapan Zat (swt) Yang Maha Kekal dengan raga dan hatinya.Kepala yang tertunduk saat qiyam mencerminkan ketiadaan kesombongan dan kerendahan hati. dalam gerakan ini Manusia harusnya mampu mengartikan betapa mulianya pepohonan yang tetep setia berdiri beribadah kepada Allah swt. dan tidak lebih mulia dari pohon bila manusia tidak melaksanakan sholat.
Qira’at (Bacaan):
Qira’at adalah untuk mensyukuri kesempurnaan Allah yang tanpa cacat, keindahan yang tidak dapat diserupai, dan kasih sayang Allah yang tiada batas dengan mengucapkan Alhamdulillah.Juga, Qira’at menunjukkan bahwa segala perbuatan dapat terwujud dengan pertolongan Allah dan pujian hanya bagi Dia.Untuk terhubung dengan Zat Yang Maha Kekal(swt) dengan mengucapkan
(“Ya Tuhan Hanya kepada-Mu aku menyembah dan hanya kepada-Mu aku memohon pertolongan). (Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in).
Ruku’
Dalam posisi ini manusia mewakili ibadahnya para malaikat yang menyembah Allah dalam posisi ini secara konsisten  dan hewan-hewan yang selalu berdiri dalam ruku’nya di atas empat kaki mereka. Ruku’ artinya mengagungkan Kebesaran Sang Pencipta beserta seluruh alam semesta  yang melihat kelemahan dan kemiskinan manusia dengan melafazkan “subhana robbial azim”… untuk berusaha menanamkan akarnya di dalam hati kita dan untuk mengangkat kepala kita dari ruku’ dengan harapan memperoleh rahmat Allah dengan cara mengulang-ulang kebesaran Allah (swt).
Ruku adalah gerakan shalat yang selalu dilkukan oleh para hewan, manusia yang meninggalkan ruku akan lebih hinda dari pada hewan, karena manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah. sementara dia enggan dan hewan diciptakan untuk menusia tetapi tetap beribadah kepada Allah tetap ruku kepada Allah swt.
Sujud:
Dengan posisi ini manusia mewakili ibadahnya para malaikat yang secara terus menerus bersujud dan binatang melata yang nampaknya hampir selalu bersujud seumur hidupnya.Sujud adalah meninggalkan segala sesuatu selain dari pada Allah (swt) dengan mengucapkan “subhanarobial a’la” dengan kerendahan hati kepada Keindhan Allah, asma  Allah dan segala sifat-Nya.” Seorang hamba menjadi paling dekat dengan Tuhannya ketika bersujud. Maka, perbanyaklah doa dalam sujud” (Muslim).
dalam gerakan sujud, mennjukan betapa hinanya manusia di hadapan Allah swt, betapa rendahnya manusia di hadapan Allah swt. apa yang akan kita banggakan, apa yang hendak manusia agungkan kehormatan apa yang hendak di tunjukan sementara sumber naji berada lebih tinggi dari sumber kehormatan. ketika sujud kepala manusia di bawah dan pantat yang nota bene sebagai tempat keluarnya kotoran dan naji lebih tinggi dari pusat kehormatan yaitu kepala. lalu apa yang harus kita banggakan. manusia tidak ada apa-apanya di hadapan Allah swt. apalagi kepada orang yang tidak pernah melksanakan shalat.
Qa’da (duduk):
Dengan posisi ini manusia mewakili ibadahnya para malaikat yang menyembah-Nya sambil duduk dan juga gunung-gunung, bebatuan juga Nampak dalam bentuk yang sedang duduk. Manusia menegaskan bahwa segala sesuatu yang dia miliki sebenarnya adalah milik Allah dengan mengucapkan tahiyyat. Dia memperbarui imannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat ( Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya). Di dalam sholat- semacam Mi’raj bagi orang beriman- tasyahud adalah mengingat percakapan antara  Nabi Muhammad (saw) dengan Allah (swt)  pada saat Mi’raj
manusia akan lebih hina dari gunung gunung yang selalu tafakur dan berzikir kepada Allah swt.
maka dari itu sholatlah sebelum dishalatkan.

refernsi 
http://www.hakikatislam.com/pertanyaan-jawaban/ibadah/apa-makna-gerakan-gerakan-dalam-sholat

FUNGSI WUDHU DALAM ISLAM

Sebelum melaksanakan sholat atau melaksanakan ibadah lain seperti mengaji, atau zikir kita diharuskan untuk bersuci terlebih dahulu karena bila tidak, maka ibadah sholat kita tidak akan sah. dan akan mengurangi juga ibadah yang lainya. untuk berwuddhu Allah swt berfirman yang artinya sebagai berikut :
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mendirikan shalat, maka basuhlah mukakalian dan tangan kalian sampai dengan siku, sapulah kepala kalianm dan (basuhlah) kaki kalian sampai dengan kedua mata kaki, jika kalian junub, maka mandilah” (QS. Al-Maidah : 6).
Secara hakikat, wudhu berarti “bersuci” atau mensucikan diri, sedangkan secara sayariat, wudhu adalah“ bersuci atau membersihkan diri  menggunakan air untuk membasuh beberapa bagian tubuh diataranya, telapak tangan, hidung, muka, tangan, kaki, mata dan kepala. 
Lalu pertanyaannya kenapa harus berwudhu, lebih sempit lagi kalau pertanyaan itu ditambah dengan mengapa harus berwudhu sementara kita sudah mandi. mandi kita menggunakan sabun sementara berwudhu hanya menggunakan air.
pertanyaan ini bila disampaikan kepada kita tentu kita akan kebingunan untku menjawab apa bila kita tidak belajar dan bertanya kepada orang yang lebih paham. jadi sebagai seorang muslim sebaiknya sediki memahami apa yang dilakukan sehari-hari dalam melaksanakan ibadah.
semua muslim percaya bahwa ibadah atau semua yang dianjurkan dalam  Islam tidak ada yang sia-sia, setiap perintah dan larangan pasti bermanfaat. termasuk perintah untuk melakukan wudhu.
Mandi merupakan salah satu cara bersuci, namun mandi hanya mampu menghilangkan najis dari badan kita. atau mandi hanya mampu menghilangkan dosa badania. atau mandi menghilangkan dosa secara fisik.
setiap umat muslim yang ingin melaksanakan sholat diahruskan untuk membersihkan hati dan jiwanya atau fisik dan batinnya. fisik tentu saja dapat kita bersihkan dengan mandi atau menggunakan pakaian-pakaian yang bersih. tetapi hati atau batin bagaimana caranya untku kita bersihkan. untuk itu setiap muslim diwajubkan untuk bersuci atau berwudhu sebelum melaksanakan ibadah terutama ibadah shalat.
fungsi wudhu adalah untuk menghilankan dosa-dosa batinia. dosa-dosa kecil yang ada dalam hati kita, dosa-dosa bathin yang telah kita lakukan sebelum kita berwudu. ketika kita berkumur misalnya, dengan niat karena Allah kita harus yakin bahwa yang kita cuci adalah perkataan atau perbuatan mulut yang mungkin menimbulkan dosa bagi kita. perkataan-perkataan yang menjerumuskan kita pada fitnah atau kepada kufur.
membasuh hidung. adalah untuk membersihkan penciuman kita dari perbuatan dosa yang telah kita lakukan. memohon ampun pada Allah karena keberadaan panca indra itu salah dimanfaatkan oleh kita manusia sehingga membawa dosa bagi hati kita.
membasuh muka kita adalah sebuah cara untuk  mebersihkan wajah kita dari dosa-dosa kecil, dosa yang selalu menganggap remeh orang lain atau dosa yang timbul karena gerakan mata, gerakan mulut, atau gerakan alis dan sebagainya. dosa yang sebenarnya tampak namun kita tidak merasakannya.
begitu juga dengan gerakan wuduh yang lain, semuanya memiliki arti yang sama, yakni untuk mebersihkan hati kita, atau untuk mebersihkan batin kita sebelum kita malaksanakan ibadah kepada Allah swt.

Thursday, December 3, 2015

PENGERTIAN RUKUN IMAN

Rukun iman merupakan kewajiban setia umat muslim untuk mengimani. bila diantara keenam rukun tersebut terdapat salah satu yang tidak diimani oleh umat muslim, maka dia bukanlah seorang muslim yang benar-benar muslim

Rukun Iman ada enam perkara :
1.  Beriman/Percaya Kepada Allah swt
2.  Beriman/Percaya Kepada Malaikat Allah
3.  Beriman/Percaya Kepada Kitab Allah
4.  Beriman/Percaya Kepada Rasul
5.  Beriman/Percaya Kepada hari Kiamat
6. Beriman/Percaya Kepada Baik dan buruk

Pengertian rukun iman

1.  Beriman/Percaya Kepada Allah swt
Bahwa dalam diri setiap muslim harus yakin dan percaya Adanya Allah yang telah menciptakan dunia dan isinya. kayakinan ini haruslah muncul dari dalam diri setiap muslim tanpa ada yang harus menggerakan atau memaksanya untuk percaya. sebagai mana Allah Meminta kita mengungkapkan keyakinan itu lewat firmannya dalam surat Al-Ikhlas. kenapa surat al ikhlas, karena untuk mengungkapkan hal tersebut harus benar-benar ikhlas dari dalam diri bukan karena paksaan. muslim harus yakin akan Keesaan Allah.

2.  Beriman/Percaya Kepada Malaikat Allah 
Umat muslim juga harus percaya bahwa sebelum manusia Allah lebih dulu telah menciptakan Malaikat. Malaikat diciptakan Allah dengan bebagai macam tugas. Malaikat ditakdirkan untuk selalu taat kepada Allah selain selalu beribadah kepada Allah swt, malaikat juga taat dalam melaksanakan perintah-perintah Allah.

3.  Beriman/Percaya Kepada Kitab Allah
Kitab Allah adalah kalimat-kalimat Allah yang tertulis dalam sebuah buku. wajib bagi setiap muslim untuk mengimani kita-kitab Allah. ada beberapa kitab yang diturunkan oleh Allah kepada manusia sebagai petunjuk kehidupan di bumi dan seisinya. adapun kita-kitab Allah antara lain Kitab Zabur yang diturnkan kepada Nabi Daud, Kitab taurat yang diturunkan kepada nabi Musa, as, kitab injil yang diturunkan kepada nabi Isa, as dan kitab Al-Qur;an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, saw. kesemuanya kitab tersebut menyeru kepada manusia untuk percaya kepada Allah yang Esa, namun karena keserakahn manusia, sehingga ada beberapa kitab yang dirubah oleh tangan-tangan manusia. hanya Al-qur'an kitab terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang dijanjikan Perlindunganya Oleh Allah swt hingga tetap asli sampai sekarang.

4.  Beriman/Percaya Kepada Nabi dan Rasul
Nabi adalah orang yang diberikan hidayah Allah swt untuk memberikan pencerahan atau pengetahuan ilmu Allah kepada manusia. ada banyak nabi yang diutus oleh Allah sebagai penerang jalan kepada manusia. namun tidak sedikit pula mereka ditolak oleh manusia pada zaman-zamannya. ada dua puluh lima nami dan rasul yang kita ketahui dan tentu haruslah kita imani. karena atas jasa mereka kita masih mengenal Allah.
Rasul adalah seorang nabi yang diberikan mukjizat Kitab Allah, rasul adalah seorang nabi Allah namun keadanya diberikan juga Kitab. sedangkan nabi mereka tidak diberi kitab hanyalah diberi ilmu.
setiap muslim yang tidak percaya akan keberadaan nabi dan rasul berarti belumlah dikatakan sebagai muslim yang taat. karena sertiap muslim taat diharuskan untuk meyakini keberdaan nabi dan rasul.

5.  Beriman/Percaya Kepada hari Kiamat
Umat muslim harus yakin akan hadirnya hari pembalasan atau hari kebangkitan, hari dinama dunia dihancurkan dan seluruh manusia dibangkitkan untuk mepertanggungjawabkan selruh perilakuknya selama hidup di bumi. Allah swt telah menciptkan manusia untuk beribadah kepadanya, sehingga akan diminta pertanggung jawabannya kelak di hari kiamat.

6. Beriman/Percaya Kepada Baik dan buruk
Takdir buruk dan baik adalah mutlak milik Allah, sehingga umat muslim yang baik harus serahkan sepenuhnya kepada Allah. berserah diri kepada Allah dan yakin bahwa semua yang terjadi adalah datang dari Allah swt. dan tentu Allah swt dengan sifat rahman dan rahimmnya juga selalu memberikan pilihan kepada manusia baik itu baik atau buruk, jadi setiap memulai sesuai dahulukanlah dengna doa dan mohon petunjuk Allah swt agar tidak salah dan mengambil keputusan.