Tuesday, October 6, 2015

PROFIL YAYASAN

I.         Latar Belakang

Peradaban semakin maju, namun kemiskinan belum juga dapat terpecahkan, mungkin salah satunya timbul akibat suburnya budaya pemiskinan dalam bumi tercintah atau karena kecintaan masyarakat hidup dalam kemiskinan. Miskin menyebabkan sebagian orang hidup dalam segala keterbatasan, namun tanpa disadari ribuan orang bisa hidup layak karena adanya kimiskinan.

Keinginan dan tekad untuk mengubah hidup miskin merupakan sebuah harapan bagi semua orang, namun tidak semua masyarakat miskin mendapat kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya. Hal ini seharusnya menjadi motovasi bagi pemerintah untuk bisa memberikan kesempatan kepada semua masyarakat khususnya masyarakat miskin untuk berkarya dan berusaha.

Dengan memberikan kesempatan usaha seluas-luasnya kepada masyarakat merupakan salah satu cara yang tepat namun tanpa dilandasi dengan kemampuan yang memadai terlebih dahulu, maka kehidupan layak tidak akan mampu dicapai.

Hadirnya YAYASAN TAMAN MAKMUR yang didirikan pada tanggal 31 Maret 2008 diharapkan menjadi wadah bagi perubahan kehidupan masyarakat. Yayasan ini didirikan dengan maksud memberikan peluang kepada masyarakat miskin untuk dapat berkompetisi mewujudkan penghidupan yang layak dengan masyarakat lain di indonesia.

II.  VISI dan MISI YPTM
V i s i
Menciptakan manusia yang mandiri dan berilmu pengetahuan berlandaskan iman dan takwa

M i s i
-          Memfasilitasi penyediaan pendidikan yang baik.
-          Meningkatkan pendidikan mental spiritual
-          Memfasilitasi perolehan penghidupan layak bagi masyarakat miskin, anak yatim piatu dan anak terlantar
-          Meningkatkan peran serta pendidikan dalam mewujudkan pembangunan

Untuk mencapai visi dan misi tersebut dilaksanakan dengan program perencanaan dan kepemimpinan yang profesional serta menjunjung tinggi kebersamaan dan musyawarah untuk mufakat.

AGAR MELAHIRKAN LEBIH MUDAH

BETAPA luar biasanya Islam memposisikan seorang ibu hamil. Bisa dipahami tentu saja. Saat seorang ibu hamil tubuhnya menjadi rentan akan ‘bahaya’. Berat tubuhnya menjadi dua kali lipat, karena memebawa kita di dalam rahimnya. Hal itu berlangsung kurang lebih selama sembilan bulan. Kecintaannya kepada kita telah dicurahkannya sejak saat itu, ia selalu mendahulukan keselamatan bayinya daripada dirinya sendiri. Ia tidak pedulikan berat beban tubuhnya yang bertambah karena kehdiran kita di rahimnya.
Saat melahirkan pun menjadi waktu yang dinantikan oleh seorang ibu. Saat dimana ia dapat melihat buah hatinya setelah selama kurang lebih sembilan bulan mengandungnya. Namun saat-saat ini juga merupakan saat-saat yang paling beresiko tinggi dalam hidupnya. Karena melahirkan rentan sekali dengan kematian. Tak sedikit ibu yang rela mengorbankan nyawanya demi lahirnya sang buah hati.
Pada saat proses melahirkan, ibu juga tidak sepenuhnya mengerti apa yang menyebabkan proses melahirkan terjadi. Akan tetapi perubahan kadar hormon memengaruhi pelunakan dan persiapan cervix (leher rahim) dan kontraksi. Kontraksi-kontraksi yang terjadi sebelum persalinan semakin kuat dan semakin teratur.
Wiridan wanita hamil

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ [الفرقان

Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrota a’yun

Artinya : "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. 25:74)
Dibaca sebanyak -banyaknya.

Ada beberapa tindakan yang harus dilakukan suami istri agar istri ketika lahir nanti tidak terlalu merasakan sakit atau melahirkan menjadi mudah. ibarat sebuah buku tabungan perusahan. atau tabungan sebuah perusahaan yang harus dibuat oleh direktur dan bendahara persuhan tersebut. bila hendak mengisi tabungan di rekening tersebut mungkin sangat mudah untuk dilakukan. tapi bagaimana jika ingin mengambil uang dari nomor rekening perusahaan tersebut tidak semudah yang dibayangkan. harus ada komitmen dari kedua belah pihak yakni direktur dan bendahara. jika hanya sebelah pihak yang ingin mencairkan uang dari rekening tersebut pasti tidak tidak akan diberikan bila tidak mendapatkan restu dari pihak yang lainnya. uang akan lebih mudah dicaikran bila kedua belah pihak berkomitmen untuk sama-sama ke bank dang melaksanakannya sesuai prosudur yang berlaku.

Sungguh hampir tidak ada bedanya dengan  dengan proses kehamilan sang istri. untuk mencapai kehamilan tidak mungkin dilakukan oleh sebelah pihak. harus ada dua belah pihak suami dan istri. bila hanya istri tidaklah mungkin dan begitu juga sebaliknya. lalu bagaimana dengna lahirannya nanti apakah ada peran suami agar istri dapat melahirkan lebih mudah. tentu saja peran suami sangat besar dalam hal ini. dalam kata lain dengan setetes sperma dari suami mengakibatkan sang istri menjadi hamil tentu dengan kuasa Allah swt. jadi tentu suami memiliki peran yang sangat besar agar sang bayi kelak dilahirkan oleh sang istri dengan mudah. ingat mudah bukan berarti tidak sakit, semuanya pasti sakit itulah kenapa Allah mengutamakan seorang ibu dari pada seorang bapak bila anak hendak berbakti. 

Selain suami istri juga memliki peran penting untuk mejaga diri agar kelak dalam melahirkan menjadi lebih mudah namun mohon maaf bagaimana peran suami dan istri untuk mencapai hal tersebut. bila suami/istri ingin mengetahui tindankan tersebut ada baiknya di bicarakan lebih jauh melalui pembicaraan lewat telphon. Pembicaran ini sebaiknya dilakukan oleh suami dan istri karena ini akan berhubungan dengan yang akan dilakukan suami dan istri selama masa kehamilan. tapi sebelumnya kami mohon maaf. 

Sebelum menelpon tolong donasikan sedikit dana anda pada nomor rekening kami berapapun jumlahnya (5rb, 10rb, 50rb, 100rb) berapapun seikhlas hati anda. ke No rek  : 1003026807 atas nama yayasan taman makmur pada bank BPDM (bank daerah maluku) mohon konfirmasikan jumlah yang diikhlaskan dan no refernsinya ke nomor hp kami (082198385951) tolong cantumkan nama sapaan anda dan segera telpon kami di nomor itu juga. semoga diberkahi oleh Allah swt.

AGAR MELAHIRKAN ANAK YANG SOLEH DAN SOLEHA

Agar anak yang di lahirkan sehat lahir bathin, sempurna dan menyenangkan, penting kiranya bagi
suami isteri dalam mensikapi kehamilan untuk memperhatikan taushiyah Sdr. Umar Hasyim daiam

bukunya “ Cara Mendidik Anak Dalam Islam" : 
  1. Suami isteri jangan berbuat maksiat , apalagi melakukan Ma Lima: Main (judi), madat (minum narkoba) madon (zina), maling dengan segala bentuknya) dan menyembah berhala alias musyrik. Jika suami berbuat maksiat. khususnya berupa salah satu saja dari kelima macam “Ma” tadi, sang isteri bisa mengalami kegoncangan bathin. Padahal sang bayi itu menurut hasil penyelidikan di Ohio Amerika Serikat, jika sang ibu yang mengandungnya mengalami kegoncangan fisik g ataupun mental dan bersedih, bayi pun ikut sedih. Dan bila ibunya gembira bayinya pun ikut gembira.
  2. Suami jangan berbuat yang menyebabkan timbulnya konflik jiwa bagi sang isteri, atau suami bersikap yang mengundang kecurigaan si isteri, cemburu berlebihan, dan perasaan tak enak lainnya.
  3. Hendaknya jangan bertengkar, apalagi sampai menimbulkan tekanan batin yang dalam, stress, depressi, frustrasi, ataupun ketegangan jiwa sang ibu.
  4. Selalu mendekatkan diri kepada Allah, bertaubat,memperbanyak puasa sunnah. shalat tahajjud, banyak dzikir, banyak membaca Al Quran, dan senantiasa berdoa kepada Allah SWTagar anaknya nanti menjadi anak yang shaleh/shalehah.
  5. Yang tengah hamil hendaklah banyak istirahat, banyak tidur di waktu malam. Membagi-bagi pekerjaan rumah tangga dengan suami 
  6. Kurangi aktifitas kerja pada tiga bulan pertama dari kehamilan dan tiga bulan terakhir dari kehamilan.
  7. Hidupkan suasana keagamaan kepada Allah atas limpahan rahmat-Nya, rajin beribadah.
  8. Upayakan agar yang hamil tidak sampai ada rasa takut , ngeri, khawatir, benci, kecewa, dendam, atau perasaan negatif lainnya.

Dengan memperhatikan dan melaksanakan taushivah tadi Insya Allah keutuhan dan keharmonisan
keluarga akan tetap terjamin dan pembentukan  generasi penerus yang sehat juga tidak akan terganggu sehingga akan lahir seorang anak yang berpredikat qurrata ‘ainin (cahaya mata),Insya Allah Semoga kita yang berstatus sebagai kepala Keluarga yakni suami, bersikap lebih bijak dalam mensikapi kehamilan isteri kita, dan bagi yang belum beristeri, tidak kalah pentingnya, yakni sebagai bekal pengetahuan yang sewaktu-waktu juga akan mengalaminya.


Sumber : H.S Usman AM Jl. KH. Abd.Mjlik no. 1 Mersi Purwokerto


Kutipan di atas merupakan kutipan yang sangat baik untuk di aplikasikan selama masa kehamilan, namun perlu kami sampaikan disini bila diibaratkan membentuk seorang anak samahalnya dengan kita membuat sebuh kue. Untuk membuat sebuah kue yang enak dan sempurnah tentu dibutuhkan bahan-bahan yang baik selain itu kombinasi pencampuran bahan satu dengan bahan yang lainya juga harus seimbang. bahan satu tidak boleh lebih dari bahan yang lain agar aroma dan rasa menjadi sempurnah. bila satu bahan lebih takarang yang pas maka sudah tentu kue yang dibuat pastinya akan terasa kurang enak dimakan.  (tahap ini kita umpamakan sebagai suami)

Selain cara pencampuran adonan yang sempurnah dan pemilihan serta jumlah adonan yang tepat sesuai ukuran. tentu dari cara panggangnyapun haruslah dilakukan dengan baik dan benar. bila proses memasaknya dilakukan dengan cara yang kurang benar maka hasilnyapun tentu akan jauh dari yang diharapkan. Bila kua dibiarkan lebih lama didalam open tentu kue tersebut akan hangus dan bila kue tersebut dimasak lebih cepat maka kue tersebut kurang matang. Selain itu bila temperatur yang dipakai juga terlalu tinggi maka kua tidak masak dengan sempurnah. artinya bagian luar kue telah matang sementara bagian dalam kua belum matang. dan bila temperatur yang dipakai terlalu rendah maka kematangan kue akan jelek. (Tahap ini kita umpamakan sebagai istri yang tengah hamil)

Bila kue tersebut dibuat dengan campuran adonan yang baik dan proses masak yang baik pula, maka akan menghasilkan kue yang benar-benar enak baik aroma maupun rasanya. tinggal bagaimana kue itu digunakan. bilah kue itu langsung dimakan maka kue tersebut menjadi bermanfaat. namun bila kue tersebut tidak dimakan maka dia akan busuk. atau bila kue tersebut diletakan bukan pada tempatnya, maka bisa dimakan oleh kucing atau yang lain dan bila ditempatkan pada tempat yang tidak seharusnya, maka dia tidak lagi layak untuk dimakan. (Pada tahap ini kita anggap adalah peran suami dan istri)

Kembali kepada persalahan kita. sudah barang tentu saat membuahi istri seorang suami harus mengetahi adab-adab yang harus dilakukan. Tidak sesuka hatinya memperlakukan istri atau tidak bisa dilakukan dengan tanpa ada norma yang menuntun dia. bila kita salah meletakan norma atau adab-adabnya sudah pasti seperti kue yang kurang bahan tadi pasti tercipta calon bayi yang memiliki karakter yang kurang baik. tapi bila kita mengetahui adab-adab yang harus kita jaga maka insyah Allah akan menghasilkan bibit yang baik pula.

Selain itu saat hamil seorang istri tentu memiliki adab-adab yang harus dia jaga agar kelak melahirkan generasi-generasi yang baik dan amanah. dan tindak melahirkan generasi yang kurang baik. siapa yang tidak ingin generasi yang dilahirkan nanti akan menjadi generasi yang lebih baik. pasti semua ingin melahirkan generasi-generasi yang baik. untuk itu pendidikan generasi itu harus dilekukan sebelum generasi atau bayi itu terlahir ke dunia. ini adalah tugas seorang istri atau seorang ibu dalam mendidik anakya semenjak dalam kandungan sama halnya dengan proses memasak kuae tadi bila terlalu tinggi temperaturnya maka kemungkinan besar kue agan hangus. dan bila terlalu rendah temperatur maka kue manjadi kurang matang. 

Jika kedua tahap diatas sudah dilakukan dengan baik inyah Allah terlahir pula anak yang soleh/sholeha. tinggal bagaimana suami dan istri bekerja sama untuk memberikan pendidikan yang lebih baik lagi agar menjadi bekal sampai ke masa depannya. ada generasi yang terlahir baik tapi karena salah didikan oleh kedua orang tuanya maka anak tersebut menjadi nakal dll hingga pada waktu tertentu baru dapat kembali kepada kodratnya menjadi anak yang baik. dan ada pula anak yang terlahir kurang baik sehingga walau dapat didikan yang baik dari kedua orang tuanya tetapi dia selalu saja nakal.

Dari rangkaian diatas tinggal kita calon orang tua yang memilih. bagaimana tipe atau karakter anak yang harus kita lahirkan kedunia. 

Adab-adab apa yang harusnya dilakukan oleh seorang suami dan adab-adab apa yang harus dilakukan oleh seorang istri untuk membentuk calon-calon bayi yang memiliki karakter lebih baik. memang semua itu adalah kehendak Allah swt tapi sebagai manusia marilah kita berusaha yang terbaik untuk dapat diberikan hasil yang baik pula oleh Allah swt.  Namun mohon maaf hal tersebut tidak dapat saya sampaikan disini. bila suami/istri ingin mengetahui tindankan tersebut ada baiknya di bicarakan lebih jauh melalui pembicaraan lewat telphon. Pembicaran ini sebaiknya dilakukan oleh suami dan istri karena ini akan berhubungan dengan yang akan dilakukan suami dan istri selama masa kehamilan. tapi sebelumnya kami mohon maaf sebelum menelpon tolong donasikan sedikit dana anda pada nomor rekening kami berapapun jumlahnya (5rb, 10rb, 50rb, 100rb) berapapun seikhlas hati anda. ke No rek  : 1003026807 atas nama yayasan taman makmur pada bank BPDM (bank daerah maluku) mohon konfirmasikan jumlah yang diikhlaskan dan no refernsinya ke nomor hp kami (082198385951) tolong cantumkan nama sapaan anda dan segera telpon kami di nomor itu juga. 

MENJAGA KANDUNGAN ISTRI AGAR TIDAK KEGUGURAN

Keguguran (السقط) secara bahasa adalah anak yang terlahir dari perut ibunya dalam keadaan tidak sempurna. Dalam bahasa arab dikatakan أسقطته أمه فهي مسقط artinya Ibunya telah menggugurkannya dan dia (ibunya) adalah musqit.

Secara istilah : Janin yang terlahir dari perut ibunya dalam keadaan telah meninggal dunia.
Janin yang berada diperut seorang ibu itu mengalami tiga fase. Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam kitabNya
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan….( Al Hajj : 5 )

Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam telah menjelaskan pula fase-fase ini dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu


إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوما ثم يكون علقة مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك ثم يبعث الله ملكا فيؤمر بأربع كلمات ويقال له اكتب عمله ورزقه وأجله وشقي أو سعيد

”Sesungguhnya kalian diciptakan di perut ibumu selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi segumpal darah dalam waktu yang sama (empat puluh hari), kemudian berubah menjadi segumpal daging dalam waktu yang sama (empat puluh malam). Kemudian Allah mengutus malaikat dan memerintahkannya empat perkara, dikatakan kepadanya, ”tuliskan untuknya tentang amalannya, rizkinya, ajalnya dan termasuk orang yang celaka atau bahagia.”

Tidaklah ditiupkan ruh kecuali setelah usia kandungan 120 hari. Waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan janin dalam kandungan adalah 3 bulan atau paling sedikit 81 hari.

Suami sesungguhnya memelikii peran sangat besar untuk menjaga bayi yang dikandung oleh istrinya. tidak benar jika kesalahan selalu diberikan kepada seorang istri bila kandungan sang istri mengalami keguguran. karena sesungguhnya kesalahan sebenarnya adalah terdapat pada suami. \

Berbicara masalah keguguran, pasti banyak ibu yang mengalaminya. dan banyak pula mereka disalahkan karena hal ini. kalau kita belajar dari proses kehamilan makhluk lain hewan misalnya. pernahkan kita jumpai hewan yang mengalami hal tersebut diatas. kami tidak tahu mungkin pembaca pernah mendengar tapi jujur kami belum pernah menemukan hal semacam ini.

Bila diandaikan istri sebagai mobil picup dan suami sebagai sopirnya dan barang bawaan adalah kehamilan istri. Tentu saja yang dapat menjaga barang agar tidak jatuh dalam keadaan apapun itu adalah tugas sopirnya. artinya dia harus meletakan barang bawaannya dengan benar. harus dapat dipastikan agar barang tersebut tidak akan jatuh dalam kondisi apapun. 

Dalam posisi ini mobil picup tersebut hanya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh sang sopir. bila dia pandai mengemudikan mobilnya dan pandai menjaga barang bawaannya sudah pasti barang tesebut akan selamat sampai pada tujuannya. namun bila sang supir lengah dalan mengemudikan mobil dan dalam mejaga barang bawaanya sudah pasti sebelum sampai ditempat yang di tuju barang bawannya akan jatuh.

Dari itu suami harus mengetahui bagai mana cara dia untuk menjaga kandung sang istri, namun mohon maaf tindakan tersebut tidak dapat saya sampaikan disini. bila anda sebagai suami menyayangi calon bayi anda dan ingin mengetahui bagaimana cara tersebut ada baiknya di bicarakan lebih jauh melalui pembicaraan lewat telphon. Pembicaran ini sebaiknya dilakukan oleh pihak suami karena ini akan berhubungan dengan tindakan yang akan dilakukan suami dalam menjaga kandungan istrinya. tapi sebelumnya kami mohon maaf sebelum menelpon tolong donasikan sedikit dana anda pada nomor rekening kami berapapun jumlahnya (5rb, 10rb, 50rb, 100rb) berapapun seihklas hati anda ingin. ke No rek  : 1003026807 atas nama yayasan taman makmur pada bank BPDM (bank daerah maluku) mohon konfirmasikan jumlah yang diikhlaskan dan no refernsinya ke nomor hp kami (082198385951) tolong cantumkan nama sapaan anda dan segera telpon kami di nomor itu juga. terima kasih. semoga Allah meridohi usaha kita..

KEHAMILAN DALAM ISLAM

Allah berfirman :

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkas dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS.A1 Mu’minun 12-14).

Ayat di atas menjelaskan proses terjadinya manusia dalam kandungan seorang ibu. Dalam hal proses kehamilan. Rasulullah SAW lebih memperjelas lagi dengan sabdanya: "Sesungguhnya setiap orang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di dalatn perut (rahim) ibunya selama 40 hari: air mani, kemudian air mani itu menjadi 'alaqah (darah kental) selama (40 hari) seperti itu juga. Kemudian 'alaqah itu menjadi segumpal daging (mudhghah) selama (40 hari). seperti itu juga. Kemudian kepadanya diutus Malaikat, lalu ia meniupkan roh ke dalamnya serta diperintahkan untuk (menetapkan) empat ketentuan : yakni: (1).Ditulis rizqinya.; (2). ditulis ajalnya; (3). ditulis amalnya; (4). ditulis (apakah ia bakal menjadi) orang celaka, atau orang yang bahagia." (H.R.Bukhari Muslim) .

Pendapat beberapa Ahli kandungan tentang kehamilan

Pada saat hubungan intim, suami mengeluarkan sel benih berupa sperma yang kemudian bersenyawa dengan sel telur yang dihasilkan dari isteri. Persenyawaan itulah yang menghasilkan kehamilan, yakni sel telur yang telah dibuahi, tinggal di dalam lapisan lendir rahim. Sel ini terus berkembang, yang umumnya memerlukan waktu sampai 280 hari bagi janin (feotus) untuk berkembang menjadi manusia normal. Beberapa penjelasan dari para ahli mengatakan, bahwa yang tengah hamil, emosi ibu mempengaruhi keadaan bayi yang dikandungnya.