suami isteri dalam mensikapi kehamilan untuk memperhatikan taushiyah Sdr. Umar Hasyim daiam
bukunya “ Cara Mendidik Anak Dalam Islam" :
- Suami isteri jangan berbuat maksiat , apalagi melakukan Ma Lima: Main (judi), madat (minum narkoba) madon (zina), maling dengan segala bentuknya) dan menyembah berhala alias musyrik. Jika suami berbuat maksiat. khususnya berupa salah satu saja dari kelima macam “Ma” tadi, sang isteri bisa mengalami kegoncangan bathin. Padahal sang bayi itu menurut hasil penyelidikan di Ohio Amerika Serikat, jika sang ibu yang mengandungnya mengalami kegoncangan fisik g ataupun mental dan bersedih, bayi pun ikut sedih. Dan bila ibunya gembira bayinya pun ikut gembira.
- Suami jangan berbuat yang menyebabkan timbulnya konflik jiwa bagi sang isteri, atau suami bersikap yang mengundang kecurigaan si isteri, cemburu berlebihan, dan perasaan tak enak lainnya.
- Hendaknya jangan bertengkar, apalagi sampai menimbulkan tekanan batin yang dalam, stress, depressi, frustrasi, ataupun ketegangan jiwa sang ibu.
- Selalu mendekatkan diri kepada Allah, bertaubat,memperbanyak puasa sunnah. shalat tahajjud, banyak dzikir, banyak membaca Al Quran, dan senantiasa berdoa kepada Allah SWTagar anaknya nanti menjadi anak yang shaleh/shalehah.
- Yang tengah hamil hendaklah banyak istirahat, banyak tidur di waktu malam. Membagi-bagi pekerjaan rumah tangga dengan suami
- Kurangi aktifitas kerja pada tiga bulan pertama dari kehamilan dan tiga bulan terakhir dari kehamilan.
- Hidupkan suasana keagamaan kepada Allah atas limpahan rahmat-Nya, rajin beribadah.
- Upayakan agar yang hamil tidak sampai ada rasa takut , ngeri, khawatir, benci, kecewa, dendam, atau perasaan negatif lainnya.
Dengan memperhatikan dan melaksanakan taushivah tadi Insya Allah keutuhan dan keharmonisan
keluarga akan tetap terjamin dan pembentukan generasi penerus yang sehat juga tidak akan terganggu sehingga akan lahir seorang anak yang berpredikat qurrata ‘ainin (cahaya mata),Insya Allah Semoga kita yang berstatus sebagai kepala Keluarga yakni suami, bersikap lebih bijak dalam mensikapi kehamilan isteri kita, dan bagi yang belum beristeri, tidak kalah pentingnya, yakni sebagai bekal pengetahuan yang sewaktu-waktu juga akan mengalaminya.
Sumber : H.S Usman AM Jl. KH. Abd.Mjlik no. 1 Mersi Purwokerto
Kutipan di atas merupakan kutipan yang sangat baik untuk di aplikasikan selama masa kehamilan, namun perlu kami sampaikan disini bila diibaratkan membentuk seorang anak samahalnya dengan kita membuat sebuh kue. Untuk membuat sebuah kue yang enak dan sempurnah tentu dibutuhkan bahan-bahan yang baik selain itu kombinasi pencampuran bahan satu dengan bahan yang lainya juga harus seimbang. bahan satu tidak boleh lebih dari bahan yang lain agar aroma dan rasa menjadi sempurnah. bila satu bahan lebih takarang yang pas maka sudah tentu kue yang dibuat pastinya akan terasa kurang enak dimakan. (tahap ini kita umpamakan sebagai suami)
Selain cara pencampuran adonan yang sempurnah dan pemilihan serta jumlah adonan yang tepat sesuai ukuran. tentu dari cara panggangnyapun haruslah dilakukan dengan baik dan benar. bila proses memasaknya dilakukan dengan cara yang kurang benar maka hasilnyapun tentu akan jauh dari yang diharapkan. Bila kua dibiarkan lebih lama didalam open tentu kue tersebut akan hangus dan bila kue tersebut dimasak lebih cepat maka kue tersebut kurang matang. Selain itu bila temperatur yang dipakai juga terlalu tinggi maka kua tidak masak dengan sempurnah. artinya bagian luar kue telah matang sementara bagian dalam kua belum matang. dan bila temperatur yang dipakai terlalu rendah maka kematangan kue akan jelek. (Tahap ini kita umpamakan sebagai istri yang tengah hamil)
Bila kue tersebut dibuat dengan campuran adonan yang baik dan proses masak yang baik pula, maka akan menghasilkan kue yang benar-benar enak baik aroma maupun rasanya. tinggal bagaimana kue itu digunakan. bilah kue itu langsung dimakan maka kue tersebut menjadi bermanfaat. namun bila kue tersebut tidak dimakan maka dia akan busuk. atau bila kue tersebut diletakan bukan pada tempatnya, maka bisa dimakan oleh kucing atau yang lain dan bila ditempatkan pada tempat yang tidak seharusnya, maka dia tidak lagi layak untuk dimakan. (Pada tahap ini kita anggap adalah peran suami dan istri)
Kembali kepada persalahan kita. sudah barang tentu saat membuahi istri seorang suami harus mengetahi adab-adab yang harus dilakukan. Tidak sesuka hatinya memperlakukan istri atau tidak bisa dilakukan dengan tanpa ada norma yang menuntun dia. bila kita salah meletakan norma atau adab-adabnya sudah pasti seperti kue yang kurang bahan tadi pasti tercipta calon bayi yang memiliki karakter yang kurang baik. tapi bila kita mengetahui adab-adab yang harus kita jaga maka insyah Allah akan menghasilkan bibit yang baik pula.
Selain itu saat hamil seorang istri tentu memiliki adab-adab yang harus dia jaga agar kelak melahirkan generasi-generasi yang baik dan amanah. dan tindak melahirkan generasi yang kurang baik. siapa yang tidak ingin generasi yang dilahirkan nanti akan menjadi generasi yang lebih baik. pasti semua ingin melahirkan generasi-generasi yang baik. untuk itu pendidikan generasi itu harus dilekukan sebelum generasi atau bayi itu terlahir ke dunia. ini adalah tugas seorang istri atau seorang ibu dalam mendidik anakya semenjak dalam kandungan sama halnya dengan proses memasak kuae tadi bila terlalu tinggi temperaturnya maka kemungkinan besar kue agan hangus. dan bila terlalu rendah temperatur maka kue manjadi kurang matang.
Jika kedua tahap diatas sudah dilakukan dengan baik inyah Allah terlahir pula anak yang soleh/sholeha. tinggal bagaimana suami dan istri bekerja sama untuk memberikan pendidikan yang lebih baik lagi agar menjadi bekal sampai ke masa depannya. ada generasi yang terlahir baik tapi karena salah didikan oleh kedua orang tuanya maka anak tersebut menjadi nakal dll hingga pada waktu tertentu baru dapat kembali kepada kodratnya menjadi anak yang baik. dan ada pula anak yang terlahir kurang baik sehingga walau dapat didikan yang baik dari kedua orang tuanya tetapi dia selalu saja nakal.
Dari rangkaian diatas tinggal kita calon orang tua yang memilih. bagaimana tipe atau karakter anak yang harus kita lahirkan kedunia.
Adab-adab apa yang harusnya dilakukan oleh seorang suami dan adab-adab apa yang harus dilakukan oleh seorang istri untuk membentuk calon-calon bayi yang memiliki karakter lebih baik. memang semua itu adalah kehendak Allah swt tapi sebagai manusia marilah kita berusaha yang terbaik untuk dapat diberikan hasil yang baik pula oleh Allah swt. Namun mohon maaf hal tersebut tidak dapat saya sampaikan disini. bila suami/istri ingin mengetahui tindankan tersebut ada baiknya di bicarakan lebih jauh melalui pembicaraan lewat telphon. Pembicaran ini sebaiknya dilakukan oleh suami dan istri karena ini akan berhubungan dengan yang akan dilakukan suami dan istri selama masa kehamilan. tapi sebelumnya kami mohon maaf sebelum menelpon tolong donasikan sedikit dana anda pada nomor rekening kami berapapun jumlahnya (5rb, 10rb, 50rb, 100rb) berapapun seikhlas hati anda. ke No rek : 1003026807 atas nama yayasan taman makmur pada bank BPDM (bank daerah maluku) mohon konfirmasikan jumlah yang diikhlaskan dan no refernsinya ke nomor hp kami (082198385951) tolong cantumkan nama sapaan anda dan segera telpon kami di nomor itu juga.
Selain cara pencampuran adonan yang sempurnah dan pemilihan serta jumlah adonan yang tepat sesuai ukuran. tentu dari cara panggangnyapun haruslah dilakukan dengan baik dan benar. bila proses memasaknya dilakukan dengan cara yang kurang benar maka hasilnyapun tentu akan jauh dari yang diharapkan. Bila kua dibiarkan lebih lama didalam open tentu kue tersebut akan hangus dan bila kue tersebut dimasak lebih cepat maka kue tersebut kurang matang. Selain itu bila temperatur yang dipakai juga terlalu tinggi maka kua tidak masak dengan sempurnah. artinya bagian luar kue telah matang sementara bagian dalam kua belum matang. dan bila temperatur yang dipakai terlalu rendah maka kematangan kue akan jelek. (Tahap ini kita umpamakan sebagai istri yang tengah hamil)
Bila kue tersebut dibuat dengan campuran adonan yang baik dan proses masak yang baik pula, maka akan menghasilkan kue yang benar-benar enak baik aroma maupun rasanya. tinggal bagaimana kue itu digunakan. bilah kue itu langsung dimakan maka kue tersebut menjadi bermanfaat. namun bila kue tersebut tidak dimakan maka dia akan busuk. atau bila kue tersebut diletakan bukan pada tempatnya, maka bisa dimakan oleh kucing atau yang lain dan bila ditempatkan pada tempat yang tidak seharusnya, maka dia tidak lagi layak untuk dimakan. (Pada tahap ini kita anggap adalah peran suami dan istri)
Kembali kepada persalahan kita. sudah barang tentu saat membuahi istri seorang suami harus mengetahi adab-adab yang harus dilakukan. Tidak sesuka hatinya memperlakukan istri atau tidak bisa dilakukan dengan tanpa ada norma yang menuntun dia. bila kita salah meletakan norma atau adab-adabnya sudah pasti seperti kue yang kurang bahan tadi pasti tercipta calon bayi yang memiliki karakter yang kurang baik. tapi bila kita mengetahui adab-adab yang harus kita jaga maka insyah Allah akan menghasilkan bibit yang baik pula.
Selain itu saat hamil seorang istri tentu memiliki adab-adab yang harus dia jaga agar kelak melahirkan generasi-generasi yang baik dan amanah. dan tindak melahirkan generasi yang kurang baik. siapa yang tidak ingin generasi yang dilahirkan nanti akan menjadi generasi yang lebih baik. pasti semua ingin melahirkan generasi-generasi yang baik. untuk itu pendidikan generasi itu harus dilekukan sebelum generasi atau bayi itu terlahir ke dunia. ini adalah tugas seorang istri atau seorang ibu dalam mendidik anakya semenjak dalam kandungan sama halnya dengan proses memasak kuae tadi bila terlalu tinggi temperaturnya maka kemungkinan besar kue agan hangus. dan bila terlalu rendah temperatur maka kue manjadi kurang matang.
Jika kedua tahap diatas sudah dilakukan dengan baik inyah Allah terlahir pula anak yang soleh/sholeha. tinggal bagaimana suami dan istri bekerja sama untuk memberikan pendidikan yang lebih baik lagi agar menjadi bekal sampai ke masa depannya. ada generasi yang terlahir baik tapi karena salah didikan oleh kedua orang tuanya maka anak tersebut menjadi nakal dll hingga pada waktu tertentu baru dapat kembali kepada kodratnya menjadi anak yang baik. dan ada pula anak yang terlahir kurang baik sehingga walau dapat didikan yang baik dari kedua orang tuanya tetapi dia selalu saja nakal.
Dari rangkaian diatas tinggal kita calon orang tua yang memilih. bagaimana tipe atau karakter anak yang harus kita lahirkan kedunia.
Adab-adab apa yang harusnya dilakukan oleh seorang suami dan adab-adab apa yang harus dilakukan oleh seorang istri untuk membentuk calon-calon bayi yang memiliki karakter lebih baik. memang semua itu adalah kehendak Allah swt tapi sebagai manusia marilah kita berusaha yang terbaik untuk dapat diberikan hasil yang baik pula oleh Allah swt. Namun mohon maaf hal tersebut tidak dapat saya sampaikan disini. bila suami/istri ingin mengetahui tindankan tersebut ada baiknya di bicarakan lebih jauh melalui pembicaraan lewat telphon. Pembicaran ini sebaiknya dilakukan oleh suami dan istri karena ini akan berhubungan dengan yang akan dilakukan suami dan istri selama masa kehamilan. tapi sebelumnya kami mohon maaf sebelum menelpon tolong donasikan sedikit dana anda pada nomor rekening kami berapapun jumlahnya (5rb, 10rb, 50rb, 100rb) berapapun seikhlas hati anda. ke No rek : 1003026807 atas nama yayasan taman makmur pada bank BPDM (bank daerah maluku) mohon konfirmasikan jumlah yang diikhlaskan dan no refernsinya ke nomor hp kami (082198385951) tolong cantumkan nama sapaan anda dan segera telpon kami di nomor itu juga.
No comments:
Post a Comment