“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkas dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS.A1 Mu’minun 12-14).
Ayat di atas menjelaskan proses terjadinya manusia dalam kandungan seorang ibu. Dalam hal proses kehamilan. Rasulullah SAW lebih memperjelas lagi dengan sabdanya: "Sesungguhnya setiap orang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di dalatn perut (rahim) ibunya selama 40 hari: air mani, kemudian air mani itu menjadi 'alaqah (darah kental) selama (40 hari) seperti itu juga. Kemudian 'alaqah itu menjadi segumpal daging (mudhghah) selama (40 hari). seperti itu juga. Kemudian kepadanya diutus Malaikat, lalu ia meniupkan roh ke dalamnya serta diperintahkan untuk (menetapkan) empat ketentuan : yakni: (1).Ditulis rizqinya.; (2). ditulis ajalnya; (3). ditulis amalnya; (4). ditulis (apakah ia bakal menjadi) orang celaka, atau orang yang bahagia." (H.R.Bukhari Muslim) .
Pada saat hubungan intim, suami mengeluarkan sel benih berupa sperma yang kemudian bersenyawa dengan sel telur yang dihasilkan dari isteri. Persenyawaan itulah yang menghasilkan kehamilan, yakni sel telur yang telah dibuahi, tinggal di dalam lapisan lendir rahim. Sel ini terus berkembang, yang umumnya memerlukan waktu sampai 280 hari bagi janin (feotus) untuk berkembang menjadi manusia normal. Beberapa penjelasan dari para ahli mengatakan, bahwa yang tengah hamil, emosi ibu mempengaruhi keadaan bayi yang dikandungnya.
No comments:
Post a Comment